Senin, 10 Maret 2014

Kaya Dunia dan Akhirat

Assalamu'alaikum,,, Kisah hikmah ini sangat luar biasa, jangan anda mencoba menahan perasaan anda… Kisah Hikmah ini berjudul Kaya Dunia dan Akhirat. Silahkan disimak dengan seksama...

Kaya Dunia dan Akhirat

Ahsan Ahmad adalah seorang teknisi sebuah bengkel mobil yang senantiasa memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggannya. Hampir sebelas tahun dia bekerja, tapi ia belum juga mendapatkan gaji dan jabatan yang memadai. Bagi Bang Acan – demikian panggilan pria muda berjenggot itu – kondisi yang dialaminya tidak menghentikan sikapnya dalam memberikan pelayanan terbaiknya. Hingga suatu ketika, dia mendapatkan sebuah undangan dan tiket ke Jakarta untuk menemui seseorang yang mengaku mengenalnya.

Setelah tiba di stasiun Gambir, ia dijemput oleh seorang pria muda yang tampan. Muhammad Mustaqim, namanya. Namun Ahsan Ahmad betul-betul tidak ingat siapa pria tampan itu. Hingga mereka tiba di tempat parkiran, barulah ia ingat kejadian dua tahun silam. Ingatan Ahsan itu bukan pada Pak Mustaqim, tapi pada mobilnya. Ahsan dapat mengingat mobil milik Pak Mustaqim dengan baik karena di mobilnya ada sticker Islami yang bertuliskan:
SHALAT BERJAMAAH 27 LEBIH BAIK
Kalau bisa pilih 27, kenapa cuman pilih 1?
Ayo shalat berjamaah di masjid!

Menurut Ahsan, selama bertahun-tahun menangani ribuan mobil di bengkelnya, itulah satu-satunya mobil yang paling memberikan kesan khusus untuknya. Sejak melihat sticker Islami yang tertempel di mobil Pak Mustaqim itulah, Ahsan mulai rajin melaksanakan shalat berjamaah di masjid lima waktu. Hingga sekarang… subhanallah.

Mereka kemudian pergi ke sebuah tempat di bilangan Tebet. Sebuah bangunan besar dan megah, yang ternyata adalah bengkel mobil yang siap dioperasikan. Kata Pak Mustaqim, “Ini adalah bengkel yang saya bangun khusus untuk anda. Saya ingin anda menjadi manajer bengkel saya ini.” Ahsan tentu sangat terkejut, dan bertanya: “Kenapa Bapak lakukan semua ini untuk saya?”

“Dua tahun yang lalu, tengah malam mobil saya mogok persis di depan bengkel anda. Walau bengkel sudah tutup, tapi saya nekad mengetuknya. Anda bersedia membukakan pintu dengan sambutan yang ramah dan dengan pelayanan yang sangat memuaskan dalam menangani mobil saya. Anda rela mengorbankan waktu istirahat anda demi menolong orang yang tidak anda kenal dengan pelayanan yang sangat prima. Jika saya harus menunggu siang hari untuk memperbaiki mobil saya, pasti saya akan terlambat menghadiri acara yang sangat penting pada waktu itu. Saat itu juga saya berjanji, suatu saat nanti saya akan membangun sebuah bengkel untuk anda.” Demikian kenang Pak Mustaqim sambil meneteskan air mata.

Dengan berlinang air mata, Ahsan pun mengatakan: “Pak Mustaqim, justeru saya yang harus mengucapkan lebih banyak terima kasih kepada Bapak. Karena sejak kehadiran Bapak, saya merasa mendapatkan keuntungan yang sangat besar berupa motivasi shalat berjamaah di masjid dari sticker Islami yang Bapak tempel di mobil Bapak”.

Hampir bersamaan, kedua pria itu mengucapkan subhanallah…. Allahu akbar! Kemudaian mereka berpelukan erat.

* * * * *

Sobat... Kisah hikmah ini memberikan pesan positif yang perlu kita pegang teguh. Kapan pun dan di mana pun kita bekerja, berikanlah yang terbaik. Karena pada hakikatnya kita harus dan perlu menebar kebaikan. Mungkin kita tidak mendapat imbalan setimpal dari tempat bekerja, tapi jangan resah sebab imbalan setimpal insya_allah akan datang juga untuk anda, meskipun bukan dari tempat anda bekerja. Kisah hikmah di atas adalah salah satu buktinya.

Masalahnya adalah, bagi kebanyakan orang akan mengalami demotivasi bila mereka tidak mendapat imbalan yang sesuai. Konkretnya, untuk meneladani kisah hikmah di atas sungguh teramat sulit. Tapi mengapa Ahsan dapat melakukan itu semua? Ternyata kuncinya adalah dia tidak berharap kepada selain Allah. Jika dia semata-mata berharap hanya pada majikan pertamanya, tentu dia sudah mengalami demotivasi.

Harapan besar yang hanya disandarkan kepada Allah itulah yang membuat Ahsan tetap semangat dan tetap bekerja dengan prima. Kini Ahsan Ahmad menjadi orang kaya harta karena sebagai manajer bengkel raksasa di Jakarta, juga menjadi orang kaya pahala karena lima waktu shalat berjamaah di masjid. Kaya dunia-akhirat, kaya sempurna… Subhanallah...

Selasa, 04 Maret 2014

Cerita di Balik 2 Saku yang Berbeda

Kisah ini menceritakan tentang hikmah agar kita bisa menikmati kehidupan yang bahagia dan tenang.

Cerita di Balik 2 Saku yang Berbeda

Alkisah, ada seseorang yang sangat menikmati kebahagiaan dan ketenangan di dalam hidupnya. Orang tersebut mempunyai dua tas. Pada saku yang satu terdapat lubang di bawahnya, tapi pada saku yang lainnya tidak terdapat lubang.

Segala sesuatu yang menyakitkan yang pernah didengarnya seperti makian dan sindiran, ditulisnya di sebuah kertas, digulung kecil, kemudian dimasukkannya ke dalam saku yang berlubang.

Tetapi semua yang indah, benar, dan bermanfaat, ditulisnya di sebuah kertas kemudian dimasukkannya ke dalam saku yang tidak ada lubangnya.

Pada malam hari, ia mengeluarkan semua yang ada di dalam saku yang tidak berlubang, membacanya, dan menikmati hal-hal indah yang sudah diperolehnya sepanjang hari itu. Kemudian ia merogoh saku yang ada lubangnya, tetapi ia tidak menemukan apa pun.

Maka ia pun tertawa dan tetap bersukacita karena tidak ada sesuatu yang dapat merusak hati dan jiwanya.

***

Sobat... Itulah yang seharusnya kita lakukan dalam kehidupan yang kita jalani ini. Menyimpan semua yang baik di "Saku yang tidak berlubang", sehingga tidak satupun yang baik akan hilang dari hidup kita.

Sebaliknya, simpanlah semua hal buruk yang terjadi pada kehidupan kita di "Saku yang berlubang", maka kemudian hal yang buruk itu akan terjatuh dan tidak perlu kita ingat kembali.

Kendati demikan, masih banyak diantara kita yang melakukan hal tersebut berbalik-balik, kita menyimpan semua hal yang baik di "Saku yang berlubang", dan yang tidak baik di "Saku yang tidak berlubang" (memelihara pikiran-pikiran jahat dan segala sesuatu yang menyakitkan hati). Maka ketahuilah sobat, jiwa kita akan menjadi tertekan dan tidak ada gairah dalam menjalani hidup.

Maka dari itu, agar kita bisa menikmati kehidupan yang bahagia dan tenang: janganlah menyimpan apa yang tidak baik di dalam hidup kehidupan kita, biarkan dia sirna jauh dari tatapan mata kita, sehingga tidak satupun dari kita yang tidak merasakan ketenangan spiritual. Mari kita sama-sama menyimpan yang baik-baik agar dapat bermanfaat bagi kita dan umat esok harinya.

Semoga artikel ini dapat memberi hikmah yang baik, untuk bermanfaat bagi kita semua. Amiiin..

Wassalam...

Minggu, 02 Maret 2014

Kaya dan Miskin

Ini adalah salah satu kisah inspirasi kesukaan saya. Suatu hal yang luar biasa untuk dapat membaginya kepada pembaca Kumpulan Inspiratif.

Kisah Inspiratif Kaya dan Miskin

 
Satu hari, seorang ayah yang berasal dari keluarga kaya membawa anaknya dalam satu perjalanan keliling negeri dengan tujuan memperlihatkan pada si anak bagaimana miskinnya kehidupan orang-orang disekitarnya. Mereka lalu menghabiskan beberapa hari di sebuah rumah pertanian yang dianggap si ayah dimiliki keluarga yang amat miskin.

Setelah kembali dari perjalanan mereka, si ayah menanyai anaknya :

“Bagaimana perjalanannya nak?”.

“Perjalanan yang hebat, yah”.

“Sudahkah kamu melihat betapa miskinnya orang-orang hidup?,” Si bapak bertanya.

“O tentu saja,” jawab si anak.

“Sekarang ceritakan, apa yang kamu pelajari dari perjalanan itu,” kata si bapak.

Si anak menjawab :

Saya melihat bahwa kita punya satu anjing, tapi mereka punya empat anjing.

Kita punya kolam renang yang panjangnya sampai pertengahan taman kita, tapi mereka punya anak sungai yang tidak ada ujungnya.

Kita mendatangkan lampu-lampu untuk taman kita, tapi mereka memiliki cahaya bintang di malam hari.

Teras tempat kita duduk-duduk membentang hingga halaman depan, sedang teras mereka adalah horizon yang luas.

Kita punya tanah sempit untuk tinggal, tapi mereka punya ladang sejauh mata memandang.
Kita punya pembantu yang melayani kita, tapi mereka melayani satu sama lain.

Kita beli makanan kita, tapi mereka menumbuhkan makanan sendiri.

Kita punya tembok disekeliling rumah untuk melindungi kita, sedangkan mereka punya teman-teman untuk melindungi mereka.

Ayah si anak hanya bisa bungkam.

Lalu si anak menambahkan kata-katanya : “Ayah, terima kasih sudah menunjukkan betapa MISKIN-nya kita”.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas :
  • Kaya dan Miskin tergantung pada persepsi kita sendiri, bukan pada penilaian orang lain.
  • Orang lain yang tampak miskin bagi kita, boleh jadi termasuk kaya menurut orang lain, atau bahkan mereka sendiri
  • Kisah diatas mendorong kita untuk selalu melihat perspektif lain.

Kamis, 20 Februari 2014

Ibu Tak Pernah Merasa Lelah


"Ketika Kakiku Tak Lagi Mampu Menyangga Tubuhku, untuk Bergerak Seperti Sebelumnya..."

Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Si ibu bertanya,
"Itu burung apa yg berdiri disana??"
"Bangau mama" anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..
"Itu yang warna putih burung apa?"
Sedikit kesal anaknya menjawab "ya bangau mama!..."

Kemudian ibunya kembali bertanya,
"Lantas itu burung apa?" Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang...

Dengan nada kesal si anak menjawab "ya bangau mama, kan sama saja!.. Emangnya mama gak liat dia terbang!"

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan.. "Dulu 35 tahun yang lalu aku memangkumu dan menjawab pertanyaan yang sama untukmu sebanyak 10 kali,.. sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentak ku 2 kali.."

Si anak terdiam... dan memeluk mamanya.

Pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah Mama/Ibu-mu dengan sungguh-sungguh.

Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu.

* Pernah kita ngomelin Dia ? Pernah!

* Pernah kita cuekin Dia ? Pernah!

* Pernah kita mikir apa yang Dia pikirkan?

Nggak!!!

* Sebenernya apa yang dia fikirkan ?

'Takut'

- Takut gak bisa liat kita senyum, nangis atau ketawa lagi.

- Takut gak bisa ngajar kita lagi

Semua itu karena waktu Dia singkat..

Saat mama/papa menutup mata, Gak akan lagi ada yang cerewet.

Saat kita nangis manggil2 dia, apa yang dia jawab?

'Dia cuma diam'

Tapi bayangannya dia tetap di samping kita dan berkata:
"Anakku jangan menangis, mama/papa masih disini. Mama/papa masih sayang kamu."


Ibu Tak Pernah Merasa Lelah

 Kisah Inspiratif

Senin, 17 Februari 2014

Kasih Seorang Ibu Tak Terbatas Oleh Waktu

Kasih Seorang Ibu Tak Terbatas Oleh Waktu

 

Dikisahkan seorang anak bertengkar dengan ibunya & meninggalkan rumah. Saat berjalan ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Ia melewati sebuah kedai bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkok bakmi karena lapar.

Pemilik bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu bertanya”Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?”

“Ya, tetapi aku tidak membawa uang,” jawab anak itu dengan malu-malu.”Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,”jawab si pemilik kedai.

Anak itu segera makan. Kemudian air matanya mulai berlinang. ”Ada apa Nak?” Tanya si pemilik kedai. ”Tidak apa-apa, aku hanya terharu karena seorang yg baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibuku sendiri setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah. Kau seorang yang baru kukenal tetapi begitu peduli padaku.”

Pemilik kedai itu berkata ”Nak, mengapa kau berpikir begitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau begitu terharu…. Ibumu telah memasak bakmi, nasi, dll sampai kamu dewasa, harusnya kamu berterima kasih kepadanya.”

Anak itu kaget mendengar hal tersebut. ”Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu?”

Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih, tetapi terhadap ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak peduli.

Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih & cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Nak, kau sudah pulang, cepat masuk, aku telah menyiapkan makan malam.”

Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya & ia menangis di hadapan ibunya.
Kadang kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yang diberikannya pada kita. Namun kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita sering melupakannya begitu saja.

Oleh karena itu, jangan pernah lupakan jasa seorang ibu yang selama ini merawat kita sejak lahir.
obatwasirtradisionals.wordpress.com | obatkistatradisionals.wordpress.com | obatbenjolandilehertradisionals.wordpress.com